Apa Itu GRE? Panduan Lengkap Struktur, Skor, dan Cara Persiapannya
Mau lanjut S2 atau PhD ke luar negeri? Kalau iya, kamu kemungkinan besar akan bertemu satu syarat: skor GRE. Lalu, apa itu GRE, apa saja yang diujikan, dan bagaimana cara menyiapkannya? Artikel ini merangkum semuanya secara singkat dan jelas, supaya kamu bisa menyusun rencana belajar dengan lebih tenang.
KONSULTASI GRATIS via WhatsApp
Daftar isi:
- Apa itu GRE?
- Siapa yang perlu ikut GRE?
- Struktur GRE General Test
- Skor GRE: berapa yang "bagus"?
- Fakta penting sebelum mendaftar
- 4 langkah persiapan GRE
- FAQ
Apa Itu GRE?
GRE (Graduate Record Examinations) adalah tes standar dari ETS yang dipakai kampus untuk menilai kesiapan calon mahasiswa pascasarjana. GRE tidak menguji materi satu jurusan tertentu. Yang diukur adalah kemampuan bernalar: cara berpikir yang akan kamu pakai di jenjang pascasarjana, apa pun bidangnya.
ETS menyediakan dua jenis tes:
- GRE General Test: tes umum yang paling banyak dipakai. Artikel ini membahas tes ini.
- GRE Subject Tests: tes khusus bidang Mathematics, Physics, dan Psychology.
Siapa yang Perlu Ikut GRE?
Skor GRE bisa kamu pakai untuk mendaftar ke:
- Program master's & PhD di berbagai jurusan.
- Business school: makin banyak yang menerima GRE sebagai alternatif GMAT.
- Law school: sebagian mulai menerima GRE sebagai alternatif LSAT.
Perlu diingat, sebagian program sudah tidak mewajibkan GRE. Selalu cek persyaratan di situs resmi program tujuanmu. Skor GRE juga hanya satu bagian dari aplikasi; kampus tetap menilai transkrip, personal statement, dan surat rekomendasi.
Struktur GRE General Test
GRE General Test terdiri dari 3 section dengan total durasi sekitar 1 jam 58 menit. Tiap section punya waktunya sendiri.
| Section | Jumlah soal | Durasi | Rentang skor |
|---|---|---|---|
| Analytical Writing | 1 task esai | 30 menit | 0–6 (naik per 0,5) |
| Verbal Reasoning | 27 (12 + 15) | 41 menit (18 + 23) | 130–170 (naik per 1) |
| Quantitative Reasoning | 27 (12 + 15) | 47 menit (21 + 26) | 130–170 (naik per 1) |
1. Analytical Writing
Kamu mengerjakan satu tugas "Analyze an Issue": diberi sebuah pendapat tentang suatu isu, lalu membangun argumenmu sendiri secara jelas dan runtut.
- Diketik di word processor khusus GRE, tanpa spell check dan grammar check.
- Topiknya dari berbagai bidang, tapi tidak butuh pengetahuan khusus.
- ETS merilis Issue Topic pool yang bisa kamu pakai untuk latihan.
2. Verbal Reasoning
Menguji kemampuan menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi bacaan, kalimat, serta hubungan antarkata dan ide. Ada tiga tipe soal:
- Reading Comprehension: memahami isi teks, detail, dan maksud penulis.
- Text Completion: melengkapi bagian kalimat yang kosong secara logis.
- Sentence Equivalence: memilih kata berbeda yang menghasilkan makna setara.
3. Quantitative Reasoning
Menguji matematika dasar dan konsep elementer, banyak lewat soal cerita. Topiknya meliputi:
- Arithmetic: bilangan bulat, pecahan, operasi hitung.
- Algebra: menyusun persamaan, menyederhanakan ekspresi, grafik fungsi.
- Geometry: segitiga, luas, volume, keliling, sifat bangun.
- Data Analysis: statistik deskriptif, membaca grafik, peluang.
Format soalnya: Quantitative Comparison, pilihan ganda (satu atau dua jawaban), dan Numeric Entry.
Penting: Verbal dan Quant bersifat section-adaptive. Performamu di section pertama menentukan tingkat kesulitan section kedua.
Skor GRE: Berapa yang "Bagus"?
Menurut data ETS, rata-rata skor peserta GRE adalah:
- Verbal Reasoning: 151,39
- Quantitative Reasoning: 157,62
- Analytical Writing: 3,46
Tapi skor "bagus" itu relatif. Cara paling tepat menentukan target: riset rata-rata skor peserta yang diterima di program incaranmu, lalu jadikan itu targetmu.
Fakta Penting Sebelum Mendaftar
- Durasi: sekitar 1 jam 58 menit.
- Biaya: US$220 di Amerika Serikat. Biaya di Indonesia bisa berbeda, jadi cek di ets.org.
- Retake: bisa tes ulang setiap 21 hari.
- Lokasi: di test center resmi atau dari rumah (GRE at home).
- Pendaftaran: melalui situs resmi ETS.
4 Langkah Persiapan GRE
- Susun timeline aplikasi. Idealnya ambil GRE minimal setahun sebelum deadline, supaya ada waktu mengirim skor dan retake bila perlu.
- Daftar dan kunci tanggal tes. Registrasi di situs ETS, lalu pilih test center atau tes di rumah.
- Belajar rutin 3–4 bulan. Sisihkan blok waktu harian dan pakai buku latihan resmi ETS, lengkap dengan pembahasan dan contoh esai.
- Rutin practice test. Petakan section terlemahmu, biasakan format soal, dan latih manajemen waktu.
Persiapan GRE Lebih Terarah Bersama Lumina Courses
Belajar GRE sendiri bisa, tapi belajar terstruktur membuat progresmu lebih terukur. Di Lumina Courses, kamu belajar Verbal, Quant, dan Analytical Writing dengan soal dan simulasi berstandar internasional.
- Online Live Class: bisa diikuti dari seluruh Indonesia.
- Tatap Muka: kelas offline di Bandung.
- Intensif: privat atau grup kecil, 1–3 orang.
- Fokus: materi dan soal sesuai tes yang kamu ikuti.
- Inklusif: bisa dimulai dari level kemampuan apa pun.
FAQ Seputar GRE
Apakah semua program S2 mewajibkan GRE?
Tidak. Sebagian program sudah test-optional. Selalu cek persyaratan resmi program tujuanmu.
Berapa lama waktu ideal belajar GRE?
Umumnya sekitar 3–4 bulan belajar rutin, tergantung kemampuan awal dan target skormu.
Apakah GRE bisa diambil dari rumah?
Bisa. ETS menyediakan opsi GRE at home selain tes di test center.
Berapa kali saya boleh mengulang GRE?
Kamu bisa mengambil GRE lagi setiap 21 hari. Cek aturan terbaru di situs ETS.
Sumber: Educational Testing Service (ETS), "GRE General Test Structure", "Interpreting Your GRE Scores 2026–27", dan "Fees for GRE Tests"; Coursera, "What Is the GRE? Your 2026 Guide" (Agustus 2026). Diakses 25 September 2026.
Lumina Courses tidak berafiliasi dengan ETS. Kami tidak menjamin skor tertentu atau penerimaan di kampus mana pun.
